SELAMAT DATANG DI BLOG RACANA UNIVERSITAS KUNINGAN

Selamat datang di blog racana universitas kuningan, semoga dengan adanya blog ini menjadikan perkembangan yang berarti terhadap perkembangan Gerakan Pramuka Universtas Kuningan dan Gerakan Pramuka umumnya.

Senin, 26 November 2012

Diklat Bagi Pramuka Penegak dan Pandega

Pendidikan dan Pelatihan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan atau latihan bagi peranannya dimasa yang akan datang dengan tujuan untuk menumbuhkan, mengembangkan, dan meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kepemimpinan Pramuka Penegak dan Pandega dalam berbagai segi kehidupan organisasi dan masyarakat sehingga dapat menjadi kader bagi Gerakan Pramuka dan Bangsa.
Sasaran Diklat Pramuka Penegak dan Pandega diarahkan pada tiga hal utama, yaitu menumbuhkan, mengembangkan dan meningkatkan kemampuan pribadi dalam hal :
1. Mengelola satuan gerak yang meliputi satuan Ambalan, Racana, Satuan Karya, serta
    satuan bina yaitu Dewan kerja
2. Melatih orang lain menguasai keterampilan dan kepemimpinan khas Gerakan Pramuka
3.Penguasaan keterampilan yang berorientasi pada kebutuhan dan perkembangan masyarakat.

Pengorganisasian Pendidikan dan Latihan
Organisasi Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan bagi Pramuka Penegak dan
Pandega terdiri dari unsur Penyelenggara dan Pelaksana : 
a.      Penyelenggara pendidikan dan pelatihan bagi Pramuka Penegak dan Pandega adalah Kwartir Gerakan Pramuka
b.    Pelaksana pendidikan dan pelatihan bagi Pramuka Penegak dan Pandega adalah Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka bersama-sama Dewan kerja Pramuka Penegak dan Pandega.
c.     Dalam melaksanakan tugasnya Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka membentuk Tim Pelatih dan menyiapkan instruktur yang dibutuhkan
d.      Instruktur adalah seorang pakar dibidang ilmu pengetahuan umum atau kepramukaan yang tidak berpredikat sebagai Pelatih Pembina Pramuka dan mempunyai tugas dan tanggungjawab memberikan materi dibidang keahlian/keterampilannya yang berkaitan dengan materi pendidikan dan pelatihan.

Jenis kegiatan pendidikan, pelatihan dan pertemuan bagi anggota Pramuka Penegak dan
Pandega terdiri atas:
a.      Latihan rutin;
Adalah kegiatan yang dilaksanakan dalam meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kepramukaan yang dilakukan secara periodik di satuan penegak dan pandega ( gugusdepan, Satuan Karya, Ambalan/ Racana )
b.     Latihan gabungan;
Kegiatan yang dilaksanakan dalam meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kepramukaan yang dilakukan secara bersama-sama terdiri dari beberapa satuan penegak dan pandega dalam rangka meningkatkan koordinasi antar satuan, bertukar ketrampilan dan pengalaman serta kerjasama di berbagai bidang ilmu pengetahuan.
c.      Perkemahan bakti Penegak/ Pandega dan Pekemahan Bakti Satuan Karya;
adalah kegiatan Pramuka dalam rangka bhakti pada masyarakat yang biasanya berwujud peran serta dalam kegiatan pembangunan dan kemah bakti  yang dilakukan berkaitan dengan pengetahuan dan ketrampilan kesakaan.
d.     Raimuna.
Adalah pertemuan Pramuka berbentuk perkemahan yang diselenggarakan untuk Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega baik putera maupun puteri dari berbagai satuan Pramuka bertujuan membina dan mengembangkan persaudaraan dan persatuan di kalangan para Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega serta memberikan kepada mereka kegiatan kreatif, rekreatif dan produktif yang bersifat edukatif.
e.     Perkemahan Wirakarya;
Perkemahan Wirakarya (PW) merupakan salah satu bentuk pertemuan Pramuka Penegak Pandega yang berbentuk perkemahan diselenggarakan oleh, dari dan untuk Pramuka Penegak Pandega dari berbagai Satuan Pramuka dalam rangka ikut serta dengan berbagai kegiatan pembangunan masyarakat sebagai bagian dari sikap menyatunya Gerakan Pramuka terhadap kegiatan masyarakat.
f.      Gladian Pemimpin Satuan (Dianpinsat);
Gladian Pimpinan Satuan yang selanjutnya disingkat DIANPINSAT, adalah pendidikan dan pelatihan bagi Pramuka Penegak dan Pandega untuk mengembangkan, dan meningkatkan kemampuan dalam mengelola satuan gerak yang meliputi Ambalan, Racana, dan Satuan Karya Pramuka
g.      Kursus Pengelola Dewan Kerja;
Kursus Pengelola Dewan Kerja yang selanjutnya disingkat KPDK, adalah pendidikan dan pelatihan bagi Pramuka Penegak dan Pandega yang diarahkan untuk meningkatkan kemampuan dalam mengelola satuan bina yaitu Dewan Kerja
h.     Latihan Kepemimpinan Penegak dan Pandega;
Pelatihan Pengembangan Kepemimpinan yang selanjutnya disingkat LPK, adalah pendidikan dan pelatihan bagi Pramuka Penegak dan Pandega untuk mengembangkan kemampuan dalam memimpin dan menggerakkan orang lain sesuai dengan perkembangan masyarakat;
i.       Kegiatan-kegiatan satuan karya;
Adalah kegiatan pendidikan dan latihan yang ada berkaitan dengan bidang satuan karya
j.       Kursus Instruktur
Kursus Instruktur adalah pendidikan dan pelatihan bagi Pramuka Penegak dan Pandega untuk memberi bekal kemampuan alih pengetahuan dan keterampilan kepada orang lain;
k.      Pendidikan dan Pelatihan khusus
Pendidikan dan pelatihan khusus, diarahkan untuk membekali Pramuka Penegak dan Pandega dalam suatu bidang pengetahuan, keterampilan dan lain-lain sesuai dengan perkembangan masyarakat.
Pendidikan dan Pelatihan khusus dapat dilaksanakan sendiri oleh Gerakan Pramuka atau berperanserta bersama instansi lain misalnya : Terjun payung, SAR, Selam, PPBN, Tarpadnas, P-4, Perkoperasian dll.
l.       Berbagai kegiatan yang sesuai dengan minat, bakat, Penegak dan Pandega yang mengandung pendidikan lainya;
m.    Untuk Pandega dapat ditambah dengan kegiatan penelitian dan pengabdian pada masyarakat;

Jenis kegiatan pendidikan, pelatihan dan pertemuan anggota Pramuka Penegak
Dan pandega diatur dengan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis dalam
bentuk panduan tersediri.

Sumber : PP Diklat T/D dan PP Sisdiklat dalam GP.

Pramuka Bakal Jadi Mata Pelajaran Wajib di SD

JAKARTA, Jika saat ini ada 10 mata pelajaran untuk siswa SD, nanti, jumlah mata pelajaran akan diringkas menjadi tujuh. Pramuka akan menjadi salah satu mata pelajaran wajib untuk siswa sekolah dasar (SD) pada tahun ajaran baru mendatang. Hal ini terungkap dalam draf perubahan kurikulum yang dipaparkan ke Wakil Presiden RI Boediono, Selasa (13/11/2012).
Selain Pramuka, enam mata pelajaran lain yang akan diajarkan di SD adalah Pendidikan Agama, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika, Seni Budaya dan Prakarya, Pendidikan Jasmani serta Olahraga dan Kesehatan.
"Khusus untuk Pramuka adalah mata pelajaran wajib yang harus ada di mata pelajaran, dan itu diatur dalam undang-undang," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh kepada pers di Kantor Wapres, di Jakarta, kemarin.
Salah satu ciri kurikulum 2013, khususnya untuk SD, adalah bersifat tematik integratif. Dalam pendekatan ini, mata pelajaran IPA dan IPS sebagai materi pembahasan pada semua pelajaran, yaitu dua mata pelajaran itu akan diintegrasikan ke dalam semua mata pelajaran.
Untuk IPA, lanjutnya, akan menjadi materi pembahasan pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika, sedangkan untuk IPS akan menjadi pembahasan materi pelajaran Bahasa Indonesia dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN).
Mendikbud mengatakan, kurikulum 2013 itu diharapkan bisa diterapkan mulai tahun ajaran baru 2013, tetapi sebelumnya akan diuji publik sekitar November 2012.
"Masyarakat bisa memberikan masukan atas setiap elemen kurikulum, mulai dari standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, hingga standar evaluasi. Dengan adanya uji publik ini, diharapkan kurikulum yang terbentuk telah menampung aspirasi masyarakat," papar Nuh.
Pemerintah berencana mengubah kurikulum SD, sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), serta sekolah menengah kejuruan (SMK) dengan menekankan aspek kognitif, afektif, psikomotorik, melalui penilaian berbasis tes dan portofolio saling melengkapi.
"Siswa untuk mata pelajaran tahun depan sudah tidak lagi banyak menghafal, tetapi lebih banyak kurikulum berbasis sains," tambahnya. Menurut Nuh, orientasi pengembangan kurikulum 2013 adalah tercapainya kompetensi yang berimbang antara sikap, keterampilan, dan pengetahuan, di samping cara pembelajarannya yang holistik dan menyenangkan.
(Sumber : kompas.com ) 
(Sumber : pramukanet.org)

Sejarah Sang Adipati Kuningan


Menurut sumber tradisi Kuningan bahwa setelah Sang Adipati Kuningan meninggal dunia, ia digantikan oleh salah seorang putranya yang dikenal dengan julukan Geusan Ulun. Sumber lain menyebutkan bahwa Geusan Ulun Kuningan tersebut sebenarnya bernama Kusumajaya. Nama Geusan Ulun pada kurun waktu yang sama (sekitar abad XVI-XVII) juga dikenal di daerah lain yaitu Geusan Ulun Sumedang, yang bernama Angkawijaya. Geusan Ulun pengganti Sang Adipati Kuningan ini diberitakan mempunyai banyak istri. Mungkin sekali perkawinan yang dilakukannya itu mempunyai arti politik. Wanita-wanita yang diperistrinya itu mungkin puteri-puteri dari tokoh-tokoh setempat yang mempunyai kedudukan penting atau berpengaruh di daerahnya. Diceriterakan bahwa Pangeran Geusan Ulun Kuningan mempunyai 40 putera-puteri, yang kebanyakan mendapat sebutan “Dalem”. Adapun nama ke-40 orang putera-puteri Geusan Ulun seperti dikenal dalam ceritera rakyat adalah sebagai berikut:
1. Dalem Mangkubumi, yang dimakamkan di Purwawinangun
2. Dalem Citangtu, dimakamkan di Desa Citangtu
3. Dalem Pasawahan
4. Dalem Panyilih
5. Dalem Koncang
6. Nyai Panembahan Girilaya
7. Dalem Aryajaya
8. Nyai Gedeng Anggadiraksa
9. Nyai Gedeng Jati
10. Dalem Kasturi
11. Dalem Dagojawa, dimakamkan di Purwawinangun
12. Nyai Kuwu Cirebon Girang
13. Adipati Ukur
14. Nyai Gedeng Panguragan
15. Dalem Winduherang, dimakamkan di Purwawinangun
16. Dalem Salahonje
17. Dalem Nayapati
18. Nyai Aria Salingsingan
19. Dalem Karawang
20. Dalem Amonggati (Somagati), dimakamkan di tepi Sungai Citamba
21. Dalem Cihideung
22. Dalem Cengal
23. Nyai Musti
24. Dalem Keko
25. Dipati Barangbang
26. Dalem Paduraksa
27. Dalem Cigugur
28. Dalem Tembong
29. Dalem Cikandang
30. Nyai Dalem Sumedang
31. Dalem Cibinuang, dimakamkan di Desa Cibinuang
32. Dalem Maruyung
33. Dalem Bolostrong
34. Dalem Tarka
35. Dalem Haurkuning
36. Dalem Wirajaya, dimakamkan di Kelurahan Kuningan
37. Dalem Mungku
38. Dalem Cigadung
39. Dalem Cageur
40. Dewi Ratna Cempaka
(Sumber : Tisnawerdaya dan Mansur, t.th: 16-17).
Dari nama diri atau julukan para putera Geusan Ulun itu dapat ditafsirkan bahwa sebagian besar dari mereka menjadi penguasa lokal atau menjadi istri penguasa lokal di wilayah Keadipatian Kuningan dan luar Kuningan. Beberapa orang puteranya disebut dengan julukan dalem yang diiringi dengan nama tempat kedudukannya. Dalem adalah julukan bagi seseorang yang pernah menjadi kepala pemerintahan di sebuah daerah tertentu.
Adapun putera tertua Geusan Ulun yang disebut Dalem Mangkubumi selanjutnya menggantikan kedudukan ayahnya sebagai Adipati (di) Kuningan, tetapi dalam lingkup kekuasaan dan daerah yang lebih kecil. Bisa jadi ia mengkoordinir daerah-daerah lainnya yang diperintah oleh adik-adiknya. Kemungkinan Mangkubumi itu bukan nama diri, melainkan sebagai nama gelar atau julukan. Dalam susunan pemerintahan di Kerajaan Sunda, mangkubumi itu merupakan nama jabatan di bawah kedudukan raja yang bertugas menangani hal-hal yang bertalian dengan urusan tanah.
Sehubungan dengan tokoh Dalem Mangkubumi, terkait dengan nama Kebumen yang terletak di sebelah selatan Masjid Syiarul Islam sekarang. Lokasi tersebut adalah bekas tempat kedudukan Dalem Mangkubumi ketika memegang pemerintahan. Kata Kebumen dari ka-bumi-an yang bermakna lokasi atau tempat, menjadi kabumian lalu berubah menjadi kebumen. Kebumen mengandung arti tempat tinggal pemegang pemerintahan (mangkubumi). Memang kegiatan pemerintahan di daerah Kuningan dulu berpusat di sekitar alun-alun kota Kuningan (sekarang halaman Masjid Syiarul Islam Kuningan). Hal itu sesuai dengan konsep tata kota lokasi pusat pemerintahan menurut tradisi Cirebon. Bahwa pusat kota atau bangunan tempat kegiatan pemerintahan (keraton, pendopo kabupaten) terletak di sebelah selatan alun-alun, mesjid sebagai tempat ibadah di sebelah barat alun-alun, pasar sebagai tempat kegiatan perdagangan di sebelah utara alun-alun, dan penjara sebagai tempat tahanan penjahat di sebelah timur alun-alun. Demikianlah, Kebumen itu sejak masa lalu telah menjadi tempat kedudukan “penguasa Kuningan”, sampai akhirnya Kabupaten (ka-bupati-an/ tempat kedudukan bupati) ini pindah ke tempat sekarang (Jl. Siliwangi 88) yang tadinya merupakan tempat kediaman asisten residen pada masa Hindia Belanda.
ada juga yang menyebut dengan julukan “Ranggamantri”. Padahal di generasi berikutnya kita lihat juga ada nama Ranggamantri (Pucuk Umun Talaga). Dari hal tersebut seolah-olah nama Ranggamantri muncul sebagai : 1) nama lain dari Prabu Surawisesa / Rd. Suralaya, dan 2) Pucuk Umun Talaga (putera dari Rd. Munding Surya). Kiranya nama Ranggamantri ini bukanlah nama orang yang sesungguhnya, tetapi sepadan dengan nama gelar jabatan para bangsawan istana/keraton, seperti halnya: Adipati, Tumenggung, dll.
Selanjutnya perlu dijelaskan bahwa sepeninggal Rd. Kusumajaya (Geusan Ulun Kuningan), sebenarnya beliau mempunyai banyak putera & puteri (sebagaimana saya jelaskan dalam tulisan lain di blog ini). Namun yang ditulis hanya Mangkubumi karena beliaulah yang mempunyai andil besar dalam meneruskan estafet pemerintahan di Kuningan pada masa itu.

Konsep Leadership Dalam Perspektif Gerakan Pramuka Pandega


Setelah diuraikan secara panjang lebar mengenai konsep leadership dalam perspektif gerakan pramuka pandega, maka dapat disimpulkan menjadi beberapa intisari. Diantaranya adalah: Kepemimpinan merupakan salah satu usaha yang berbentuk kemampuan untuk mempengaruhi orang lain agar dengan kesadaran, pengertian dan senang hati bersedia mengikuti apa yang menjadi kehendak pemimpin tersebut baik melalui komunikasi langsung ataupun tidak langsung dengan sasaran akhir demi terciptanya tujuan yang telah tetapkan. Kepemimpinan merupakan sarana dalam menggerakkan sesuatu yang pada akhirnya merupakan salah satu fungsi dari manajemen. Dikatakan kepemimpinan merupakan inti dari manajemen, dengan alasan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan untuk menggerakkan dan mengarahkan orang-orang yang merupakan mitra kerja atau bawahannya.
Sedangkan kalau dilihat dari sisi ajaran agama Islam, maka kepemimpinan yang baik adalah proses kepemimpinan yang dilaksanakan atas dasar norma-norma agama dan beberapa sifat ataupun karakteristik yang dalam agama Islam disebut dengan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, adil dan jujur, amanah atau terpercaya, ikhlas dan rela berkorban, qonaah dan istiqomah serta mempunyai akhlakul karimah sebagai dasar untuk berfikir, berbicara dan berbuat. Hal ini mengingat karena agama Islam memandang bahwa unsur keimanan dan ketaqwaan merupakan faktor pengendali seorang pemimpin yang merupakan kunci pokok berhasil dan tidaknya seseorang dalam menjalankan fungsi kepemimpiannya.
Hal ini sangat relevan dengan konsep tujuan Pendidikan Agama Islam (PAI) yaitu mengkongkritkan makna iman dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dalam sistem pendidikan nasional yang memang masih abstrak. Karena bagaimanapun bahwa seluruh aspek kehidupan yang dilaksanakan oleh setiap manusia jika selalu dikendalikan oleh unsur iman dan taqwa (IMTAQ) dan selalu menempatkan posisi Tuhan sebagai pengawasan yang melekat, maka akan semakin jelas arah dan tujuan hidup. Hal ini mengingat karena tidak ada satupun perbuatan manusia yang terlepas dari pengaturan dan pengawasan Tuhan.
Apapun jenis organisasi atau instansi yang dipimpinnya, seorang pemimpin harus mempunyai kriteria, syarat atau kompetensi yang berkenaan dengan tugas dan tanggung jawab seorang pemimpin. Hal ini untuk menunjukkan bahwa jabatan sebagai pemimpin adalah benar-benar merupakan suatu amanah yang menuntut adanya kemampuan khusus yang kelak akan diserahkan pada yang berhak dan akan diminta pertanggungjawabannya.
Gerakan pramuka pandega (yang selanjutnya disebut dengan Racana Pandega) adalah sebuah organisasi yang melaksanakan proses pendidikan kepramukaan di Indonesia. Sedangkan keberadaan anggotanya merupakan mahasiswa yang ada di perguruan tinggi dengan konsep ketentuan moral gerakan pramuka (yang selanjutnya disebut dengan Dasa Dharma), ketentuan moral ini merupakan sumber norma hidup yang religius-nasionalis dan sangat signifikan peranannya dalam upaya mecetak pemimpin dalam melaksanakan fungsi kepemimpinannya dengan baik dan lancar, sehingga pada akhirnya akan tercipta suatu keberhasilan yang cemerlang serta tidak akan menyimpang dari sendi-sendi ajaran agama Islam.
Semua tipe kepemimpinan yang dilaksanakan oleh siapapun pemimpinnya jika berusaha dengan maksimal untuk mengaplikasikan konsep ketentuan moral gerakan pramuka akan menjadikannya sukses dalam berperan sebagai seorang pemimpin baik untuk kepemimpinan rumah tangga, organisasi pemerintahan, organisasi sosial-politik, akademisi dan kepemimpinan religi serta yang lain. Dasa darma, disamping sebagai pedoman dalam melaksanakan tugas seorang pemimpin, konsep ketentuan moral gerakan pramuka (dasa dharma) secara spsifik adalah sebagai acuan anggota gerakan pramuka untuk seluruh golongan (Golongan Siaga, Penggalang, Penegak dan Pandega). Untuk menjadi seoramg pemimpin, dalam gerakan pramuka Pandega mereka harus melalui beberapa jenjang pendidikan kepemimian yang ada dalam gerakan pramuka sebagai wahana pengkaderan kepimipinan adalah meliputi; masa orientasi pengenalan kepramukaan (OPK), masa penerimaan dan pelantikan anggota baru (KPPAB) atau penrimaan tamu racana (PTR), gladian pimpinan pandega (GPP), kursus mahir dasar (KMD) kursus mahir lajutan (KML), kursus pembina dasar (KPD) dan kursus pembina lanjutan (KPL)

Jumat, 03 Agustus 2012

Gerakan Pramuka Unversitas Kuningan

Gerakan pramuka universitas kuningan di bentuk dalam mempasilitasi inspirasi Mahasiswa dalam mengembangkan kepramukaan di tingkat pergurun tinggi, dalam hal ini khususnya dalam mengambangkan Pembinaan Generasi Muda. Gerakan pramuka universitas kuningan ini terdiri dari dua gusgus depan yang tergabung dalam Racana Universitas Kuningan, Racana Putera "Adipati Kuningan" dan Racana Puteri "Nyimas Kencanawati" dengan No Gudep putera 09201 dan untuk No Gudep Puteri 09202 yang berkedudukan di tingkat Universitas kuningan, Beralamatkan di Jalan Cut Nyak Dien No 36 A Kuningan.